Passion Week Bagian 6: Pekik Kemenangan, Sudah Selesai

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu di atas kayu salib, berserulah Ia dengan suara nyaring, “Sudah selesai!” Lalu Ia menundukkan kepala dan kemudian menyerahkan nyawa-Nya (Yoh 19:30).

Ini adalah pekik kemenangan, penuh dengan arti yang mendalam. Ini menjadi sebuah proklamasi: karya penebusan telah dikerjakan dengan penuh ketaatan. Dosa telah ditebus  (Ibrani 9:12; 10:12), Iblis telah dikalahkan dan maut telah kehilangan sengatnya (Ibrani 2:14; 1 Pet 1:18–20; 1 Yoh 3:8). Mission accomplished

Karena kasih, yang Mahasuci rela mati di tempat yang terhina. Salib, yang tadinya menjadi tempat di mana kasih itu nihil, kini menjadi tempat di mana kasih dan anugerah Allah tersedia melimpah ruah. Dosa kita ditimpakan pada-Nya. Kebenaran-Nya ditimpakan pada kita. Karena salib-Nya, saya menjadi hidup. Karena salib-Nya, saya menjadi lebih dari pemenang.

Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24). Biji itu telah “jatuh ke dalam tanah dan mati,” dan telah menghasilkan “banyak buah.”

1 Yohanes 4:9-10
“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

Seperti kata C.S Lewis, “The Son of God became a man to enable men become sons of God.” Ia rela mati, supaya engkau hidup. The birth of Christ bring God to people. The death of Christ bring people back to God.

Sudah selesai. It is finished. Tetelestai. 

Puji Tuhan, Soli Deo Gloria.

Tinggalkan Balasan