Natal Sebagai Pola Bagi Pekerjaan Misi
Natal adalah sebuah pola bagi pekerjaan misi. Pekerjaan misi menjadi cermin dari Natal. Sebagaimana berlaku bagi saya, begitu pula bagi Anda.
Jalan, Kebenaran, Hidup Ministries
Natal adalah sebuah pola bagi pekerjaan misi. Pekerjaan misi menjadi cermin dari Natal. Sebagaimana berlaku bagi saya, begitu pula bagi Anda.
Allah itu adil-dan-kudus; terpisah dari orang-orang berdosa seperti kita. Inilah masalah utamanya kita pada saat Natal — dan setiap musim lainnya. Bagaimana kita bisa dibenarkan oleh Allah yang adil-dan-kudus?
Natal menandai dimulainya kemunduran-paling-berhasil yang ditetapkan Allah. Dia selalu senang menunjukkan kuasa-Nya melalui sesuatu yang tampak seperti kekalahan. Dia membuat langkah mundur yang penuh siasat untuk mendapatkan kemenangan yang strategis.
Apakah artinya selain ini: Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup? Marion Newstrum, Ruth Piper, serta Anda dan saya — supaya kita mempunyai Hidup pada masa sekarang dan untuk selama-lamanya. Jadikan Masa Sekarang-nya Anda terasa lebih kaya-dan-bermakna pada Natal ini dengan minum dari mata air Selama-lamanya. Mata air itu sangatlah dekat darimu.
Jadi, makna Natal bukan hanya mengenai Allah yang menggantikan bayang-bayang dengan Sang Realitas, melainkan juga mengenai Allah yang mengambil Sang Realitas tersebut dan menjadikannya nyata bagi umat-Nya.
Realitas yang terutama adalah: setiap Pribadi dalam Allah Tritunggal saling berhubungan; berkoordinasi satu sama lain mengenai bagaimana keagungan, kekudusan, kasih, keadilan, kebaikan, dan kebenaran-Nya akan dinyatakan dalam umat tebusan-Nya.
Maksud dari isi Kitab Ibrani adalah Yesus Kristus, Anak Allah, tidak hanya datang untuk masuk ke dalam sistem pelayanan keimaman duniawi sebagai imam manusia yang terbaik-dan-terakhir, tetapi Ia datang untuk menggenapi-dan-mengakhiri sistem tersebut; untuk mengarahkan seluruh perhatian kita pada diri-Nya sendiri.
Jika kita tidak perlu lagi merasa takut akan musuh terakhir-dan-terbesar kita, yaitu maut, maka kita tidak perlu lagi merasa takut akan apa pun. Kita bisa merdeka. Merdeka untuk bersukacita. Merdeka untuk orang lain.
Allah tidak dilayani oleh tangan-tangan manusia seolah-olah Dia membutuhkan sesuatu (Kis. 17:25). Persembahan orang-orang majus tidak diberikan sebagai bentuk bantuan atau pemenuhan kebutuhan. Hal itu akan sangat memalukan bagi seorang raja jika para tamu asingnya datang dengan membawa berbagai paket bantuan kerajaan.
Yesus mengusik orang-orang yang tidak mau menyembah-Nya. Ia menimbulkan perlawanan terhadap mereka yang melakukan hal tersebut. Ini mungkin bukan poin utama dalam pemikirannya Matius, melainkan implikasi yang tak terhindarkan seiring berjalannya cerita.