Sukacita Surga
12 Desember
Artikel oleh .
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
“Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia”
(Ibr. 8:1-2)
Maksud dari isi Kitab Ibrani adalah Yesus Kristus, Anak Allah, tidak hanya datang untuk masuk ke dalam sistem pelayanan keimaman duniawi sebagai imam manusia yang terbaik-dan-terakhir, tetapi Ia datang untuk menggenapi-dan-mengakhiri sistem tersebut; untuk mengarahkan seluruh perhatian kita pada diri-Nya sendiri. Ia pertama-tama melayani kita di atas Kalvari sebagai kurban-persembahan terakhirnya kita. Kemudian, Ia melayani di surga sebagai Sang Imam Besar terakhirnya kita.
Kemah Suci dalam Perjanjian Lama; para imam; dan kurban persembahan adalah sebuah bayang-bayang. Kini, yang nyata telah datang dan bayang-bayang itu telah berlalu.
Berikut ini adalah sebuah ilustrasi adven untuk anak-anak — dan untuk kita yang pernah menjadi anak-anak dan ingat bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Misalkan Anda dan ibunya Anda terpisah di sebuah toko swalayan. Anda mulai merasa takut, panik serta tidak tahu ke mana harus pergi. Anda berlari ke ujung lorong. Tepat sebelum Anda mulai menangis, Anda melihat bayangan di lantai di ujung lorong yang terlihat seperti ibunya Anda. Itu membuat Anda sangat berharap. Namun, mana yang lebih baik? Harapan untuk melihat bayangan tersebut? Atau, melihat ibunya Anda melangkah di ujung lorong dan ternyata itu benar-benar adalah ibu Anda?
Begitulah yang terjadi ketika Yesus datang untuk menjadi Imam Besar kita. Itulah yang dimaksud dengan Natal. Natal adalah penggantian sebuah bayang-bayang dengan sesuatu yang nyata: yaitu Ibunya Anda yang melangkah di sudut lorong tersebut dengan semua kelegaan serta sukacita yang diberikannya pada seorang anak kecil.
Artikel ini diterjemahkan dari "Replacing the Shadows."