
30 Maret 2021
Artikel oleh Marwan Aboul-Zelof
Gembala perintisan City Bible Church di Beirut, Lebanon
Dalam perjalanan saya bersama Kristus, saya sering mengetahui sebuah kebenaran sebelum benar-benar memahami maknanya. Demikian pula, saya sering mengetahui hal-hal yang menurut Alkitab harus saya kerjakan, namun saya sering kesulitan dengan perihal bagaimana melakukannya. Saya membayangkan kalau saya tidak sendirian [terkait dengan hal ini].
Kita semua mengetahui perkataan-Nya Yesus dalam Khotbah di Bukit: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:16, TB). Namun banyak dari kita yang terjebak pada cara bagaimana membuat terang kita bercahaya. Haruskah saya mem-posting lebih banyak di media sosial? Haruskah saya melayani di tempat penampungan tunawisma setempat? Haruskah saya lebih banyak berbincang dengan tetangganya saya?
Sebagai orang-percaya, kita harus menerapkan pemberitaan-salib dalam seluruh aspek kehidupan. Kita harus memahami bahwa Injil mempunyai implikasi yang dimaksudkan untuk menghasilkan buah di dalam kehidupan kita; dan melalui kehidupan kita. Injil mendorong dan memberdayakan kita menuju kemurahan hati, keadilan, kasih persaudaraan, dan banyak hal lainnya! Bagi komunitas kita, buah inilah yang merupakan kesaksian yang bersinar terang mengenai siapa Yesus.
TIGA CARA MENJADI SAKSI YANG BAIK
1. Hadir
Saya mengambil risiko menunjukkan hal yang sudah jelas melalui poin pertama ini. Namun, kita tidak bisa menjadi saksi yang baik di komunitas kita jika kita tidak berada di komunitas tersebut. Kita harus hadir.
Anda tidak perlu memiliki hobi atau alasan baru untuk terlibat dengan komunitasnya Anda. Kegembiraan dan keindahan menjadi ciptaan baru di dunia ini adalah Allah akan menggunakan Anda sebagaimana Dia menciptakan Anda. Kedekatan dan pengalamannya Anda, yang diberdayakan oleh Roh Kudus, menjadikan Anda sangat memenuhi syarat untuk menjadi saksi yang baik. Baik Anda yang masih lajang atau sudah menikah; tua atau muda; ekstrovert atau introvert—Allah akan memakai Anda untuk memperlihatkan keluarga-Nya yang beragam.
Teladan untuk kesetiaan dalam kehadiran di komunitas kita adalah Yesus. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita…” (Yohanes 1:14, TB). Yesus adalah contoh bagi kita mengenai bagaimana berjalan dengan berbagai jenis orang. Ketika kita melakukannya, maka kita percaya bahwa Tuhan akan memberi kita kesempatan untuk menunjukkan kebaikan dan kasih-Nya.
2. Setia
Apakah Anda berkomitmen pada suatu perjuangan di lingkungan sekitar; bergabung dengan suatu liga olahraga komunitas; atau menjadi pengunjung tetap di sebuah kafe, maka Anda memiliki kesempatan untuk mencerminkan kesetiaan-Nya Allah.
Kesetiaan-Nya Allah ditunjukkan melalui komitmen-Nya yang tak tergoyahkan kepada umat-Nya. Dia telah berulang kali membuktikan bahwa Dia layak untuk kita percayai. Karena itu, sebagai umat-Nya, kita dapat menunjukkan komitmen-dan-kepercayaan yang bervariasi tingkatannya terkait dengan interaksi dalam komunitas kita. Kehadiran dan kesetiaan kita meletakkan landasan bagi terbangunnya persahabatan-dan-kerjasama.
Dedikasi kita mencerminkan kesetiaan-Nya Allah, begitu juga kesetiaan kita pada suatu keyakinan-yang-alkitabiah. Fakta bahwa kita dapat peduli dan menikmati berbagai hal yang sama seperti tetangga kita yang non-Kristen ( yang di dunia ) tanpa harus mengikuti cara hidup atau berpikir yang berdosa ( yang bukan berasal dari dunia ) menunjukkan kepada tetangga kita mengenai dampak transformatif dari Injil. Hal ini juga menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin mereka miliki tentang orang Kristen dan Kekristenan.
3. Kebersamaan
Ketika Yesus memberikan “perintah baru” untuk saling mengasihi (Yoh. 13), maka Ia langsung mengatakan bahwa kasih satu sama lain akan menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah murid-murid-Nya. Mereka akan mengetahui bahwa kita adalah orang Kristen bukan karena kebijaksanaan atau kekuatan kita, melainkan karena kasih kita kepada Allah dan terhadap satu sama lain.
Jadi, bagaimana Anda bisa menjadi saksi yang baik di masyarakat? Menunjukkan adanya kebersamaan dengan orang Kristen lainnya dalam suatu komunitas. Penuhilah dunia ini dengan berbagai niat-baik. Ketika kita berpikir untuk menjadi seorang saksi yang baik, maka kita harus melakukannya dengan mempertimbangkan orang-percaya lainnya sehingga kesaksian kita dapat diperkuat.
KESIMPULAN
Dalam segala hal, marilah kita berdoa dan bersungguh-sungguh. Mari kita mengakui bahwa Allah tidak membutuhkan kita untuk mencapai berbagai tujuan-Nya. Namun, Dia telah memberi kita hak istimewa untuk bergabung dalam karya-Nya.
Artikel ini diterjemahkan dari “Be a Good Witness in the Community.”