Sukacita Surga
11 Oktober
Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”
(Yoh. 15:5)
Seandainya Anda lumpuh total dan tidak dapat melakukan apa pun untuk diri Anda sendiri selain berbicara; seandainya ada seorang sahabat yang kuat dan dapat diandalkan berjanji untuk tinggal bersama Anda dan melakukan apa pun yang perlu Anda lakukan, bagaimana Anda memuliakan sahabat ini jika ada orang asing yang datang menemui Anda?
Apakah Anda akan memuliakan kemurahan hati dan kekuatan sahabatnya Anda dengan mencoba bangun dari tempat tidur dan menggendongnya? Tidak! Anda akan berkata, ”Kawan, tolong bantu angkat aku, dan maukah engkau menaruh bantal di belakangku agar aku bisa melihat tamuku? Maukah engkau memakaikan kacamata untukku?”
Jadi, tamunya Anda akan mengamati dari permintaan Anda kalau Anda memang tidak berdaya; dan sahabatnya Anda tersebut kuat-dan-baik hati. Anda memuliakan sahabat Anda dengan membutuhkannya; dengan meminta bantuannya; dan dengan mengandalkannya.
Dalam Yohanes 15:5, Yesus berkata, ”Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Jadi, kita benar-benar lumpuh. Tanpa Kristus, kita tidak mampu melakukan kebaikan yang memuliakan Kristus. Seperti yang dikatakan Paulus dalam Roma 7:18, ”Di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik.”
Namun, Yohanes 15:5 juga mengatakan bahwa Allah bermaksud agar kita melakukan banyak kebaikan yang meninggikan Kristus, yaitu dengan menghasilkan buah: ”Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.” Jadi, seperti sahabat kita yang kuat dan bisa diandalkan tersebut — “Aku menyebut kamu sahabat” (Yoh. 15:15) — Dia berjanji untuk melakukan bagi kita, melalui kita, apa yang tidak dapat kita lakukan untuk diri kita sendiri.
Lantas, bagaimana kita memuliakan Dia? Yesus memberikan jawabannya dalam Yohanes 15:7: ”Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Kita berdoa! Kita meminta Allah untuk melakukan bagi kita melalui Kristus apa yang tidak sanggup kita lakukan untuk diri kita sendiri — menghasilkan buah.
Yohanes 15:8 memberikan hasilnya: ”Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak.”
Jadi, bagaimana Allah dimuliakan melalui doa? Doa adalah pengakuan-secara-terbuka bahwa tanpa Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Doa adalah ketika kita berpaling dari diri sendiri pada Allah dengan keyakinan bahwa Dia akan memberikan pertolongan yang kita butuhkan.
Artikel ini diterjemahkan dari "We Can Do Nothing."