23 Agustus 2018
Artikel oleh David Mathis
Editor Eksekutif, desiringGod.org
Kita percaya akan Roh Kudus. Realitas itu lebih dari yang kelihatan oleh mata. Kita percaya akan Allah hidup dan bekerja di dunia kita dan di dalam hidup kita. Kita percaya akan Pribadi yang tidak kelihatan mendorong, melindungi, dan menyediakan bagi mereka yang adalah milik-Nya Kristus. Kita percaya akan Roh yang mahakuasa dan yang tak kelihatan dengan penuh kuasa mewujudkan tujuan kekal Allah dan Anak-Nya di dunia kita yang pada suatu hari nanti untuk dilihat oleh semua orang.
Kita percaya tidak hanya pada Bapa dan Anak, melainkan pada Bapa, Anak, dan Roh. Kita membaptis dalam nama tunggal Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat 28:19). Satu Allah dalam tiga Pribadi. Tiga Pribadi dalam satu Allah — Bapa yang merencanakan sukacita kekal kita, Anak yang menggenapi, dan Roh yang memeliharanya.
Selama ribuan tahun, umat Allah menunggu pewahyuan penuh dari natur dan pekerjaan-Nya, dan bersama dengan kepribadian penuh Roh. Roh Kudus bukan bagian dari Allah. Roh Kudus adalah Allah. Dengan kedatangan dan kenaikan Sang Anak, sekarang kita melihat bagaimana Roh Allah yang kekal telah bekerja di dunia kita sejak awal; melayang-layang di atas permukaan air; siap untuk menertibkan kekacauan (Kej. 1:1-2); bertindak selama berabad-abad atas nama umat pilihan Allah; berbicara kepada mereka melalui Musa dan Taurat (Ibr. 9:8), Daud dan Mazmur (Mat. 22:43; Mar. 12:36; Kis. 1:16; 4: 25; Ibr. 3:7), Yesaya, Yeremia, dan para nabi (Kis. 28:25; Ibr. 10:15-16; 2 Pet. 1:21), dan terus melakukannya pada hari ini melalui Kitab Suci.
Oleh Roh Kudus, Yesus (manusia-Allah) dikandung dalam rahim seorang perawan (Mat. 1:18, 20; Luk. 1:35). Oleh Roh, Dia hidup, berbicara, menyembuhkan, dan bertekun (Luk. 3:22; 4:1, 14, 17-21; 10:21; Kis. 10:38). Oleh Roh, Yesus menyerahkan diri-Nya bagi kita di kayu salib (Ibr. 9:14), dibangkitkan dari antara orang mati dan dibenarkan (Rom. 1:4; 1 Tim. 3:16), dan setelah naik ke sebelah kanan Bapa-Nya, Yesus sekarang telah menyelamkan umat-Nya di dalam Roh-Nya (Kis. 1:5; 11:16), mencurahkan Roh ke atas Gereja (Kis. 2:33; 10:45) — Pribadi dari Tritunggal yang misinya adalah untuk memuliakan Sang Putera (Yoh. 16:14). Oleh Roh yang diutus dari surga, para juru bicara memberitakan kabar baik (1 Pet. 1:12). Roh Kudus sendiri turun dengan kuasa untuk memberitakan firman Allah (Kis. 10:44; 11:15; 1 Tes. 1:5).
Keajaiban dari semua keajaiban, Roh yang sama yang berdaulat dalam kehidupan Yesus di dunia dan dalam kematian pengorbanan-Nya tersebut kini telah diberikan pada kita hari ini. Roh Kudus tidak hanya bekerja di dalam kita, dan melalui kita, tetapi berdiam di dalam kita (Rom. 8:9, 11; 2 Tim. 1:14). Dia telah diberikan pada kita (Luk. 11:13; Yoh. 7:38–39; Kis. 5:32; 15:8; 1 Tes. 4:8). Kita telah menerima Dia (Yoh. 20:22; Kis. 2:38; 8:15, 17, 19; 10:47; 19:2; Rom. 5:5; 8:15; 1 Kor. 2:12; 2 Kor. 5: 5; 1 Yoh. 3:24). Sungguh luar biasa bahwa kita bahkan dapat dikatakan memiliki Roh (Rom. 8:9, 23; 1 Kor. 6:19). Kuasa Allah sendiri telah datang untuk membuat diri-Nya betah dalam kadar tertentu berada di dalam kita untuk meningkatkan dampak. Kita adalah bait-Nya, baik secara individu maupun kolektif (1 Kor. 3:16; 6:19).
Roh Kudus bukan sekedar kuasa. Dia bukan benda, melainkan Pribadi. Dia bisa didustai (Kis. 5:3), ditentang (Kis. 7:51), didukakan (Yes. 63:10–11; Efe. 4:30), dihujat (Mat. 12:32; Mar. 3:29; Luk. 12: 10). Dia menghibur kita (Kis. 9:31); membimbing dan mengarahkan (Kis. 13:2, 4; 15:28; 16:6; 20:23; 21:11); mengubah kita menjadi gambar Kristus (2 Kor. 3: 17–18); dan memperkuat kehidupan sehari-harinya orang Kristen (Rom. 14:17; 15:13; 1 Kor. 12:3; Yud 20). Roh Kudus mengangkat para pemimpin gereja (Kis. 20:28); meneguhkan firman Allah dengan berbagai karunia yang ajaib (Ibr. 2:4); menguduskan upaya kita yang tidak sempurna (Rom. 15:16); menyatukan kita sebagai suatu persekutuan (2 Kor. 13:14; Ibr. 6:4); dan memenuhi kita dengan pujian (Kis. 2:4) dan dengan keberanian untuk melakukan pelayanan (Kis. 1:8; 4:8, 31; 6:5; 7:55; 9:17; 11:24; 13:9, 52). Dia mengkomunikasikan kasih Bapa kepada kita (Rom. 5:5; Efe. 3:14-19) dan mengisi kehidupan Kristen dengan sukacita (Kis. 13:52; Rom. 14:17; 15:13; 1 Tes. 1:6). Di dalam Roh Kudus, kita dimeteraikan, dijaga, dan diamankan oleh Allah sampai akhir (Efe. 1:13-14).
Kita percaya bahwa ketika kita sendirian dengan firman Tuhan, kita tidak sendirian; bahwa ketika kita berdoa, seseorang menjadi perantara bagi kita dengan keluhan yang tidak terucapkan (Rom. 8:26-27). Kita percaya kalau Pribadi ilahi dalam diri kita memberi kuasa kepada kita untuk berkorban demi kebutuhan orang lain. Kita percaya ketika orang-orang menyeret kita ke hadapan penguasa dan pemerintah karena Kristus, Roh Kudus akan memberi kita, pada saat itu, sesuatu untuk dikatakan (Mar. 13:11; Luk. 12:12). Kita percaya kalau kita dapat memiliki keberanian dalam konflik dan sukacita dalam penderitaan (1 Tes. 1:6; Tit. 3:5). Kita percaya jika kita, yang jahat, tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anak kita, apalagi Bapa kita yang akan memberi kita pemberian terbesar dari semuanya – diri-Nya sendiri dalam pribadi Roh-Nya (Luk. 11:13).
Kita percaya bahwa kehidupan Kristen tidak alami. Kita percaya ada lebih banyak realitas daripada yang kelihatan – oh, lebih banyak lagi. Kita percaya kalau yang terpenting, dan yang terutama, adalah yang tidak kelihatan. Kita percaya kalau Roh itu hidup-dan-baik pada hari ini. Kita percaya kalau Dia yang membuat semua perbedaan.
Kita percaya akan Roh Kudus.
***
Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul "We Believe in the Holy Spirit."