Rom. 12:9 (AYT)
Hendaklah kasih tidak pura-pura. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah pada apa yang baik.
Kasih tidak untuk dikhotbahkan maupun dipelajari, melainkan untuk dilakukan. Kasih itu dirasakan, bukan untuk didiskusikan. Terlalu banyak basa-basi biasanya menjadi basi sendiri.
Seperti apa kasih yang basa-basi/pura-pura itu? Yak. 2:15-16 adalah contoh yang sempurna. Orang yang mengasihi biasanya harus mengorbankan sesuatu, entah waktu, uang, maupun tenaganya.
Mengasihi erat kaitannya dengan self-sacrifice. Jika kita belum pernah mengasihi sampai “sakit”, mungkin kasih Allah memang belum ada di dalam hidup kita. Jika kasih Allah belum ada di dalam hidup kita, mungkin kita belum dianugerahi iman-yang-menyelamatkan.
1 Yoh. 3:17-18
Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Orang yang beriman pasti melakukan tindakan kasih. Kasih yang rela berkorban adalah bukti adanya iman-yang-menyelamatkan dalam hidup seseorang.