1 Pet. 3:14 (AYT)
Namun, seandainya kamu harus menderita demi kebenaran, maka kamu akan diberkati. “Jangan takut dan jangan gentar terhadap mereka yang membuatmu menderita.”
Mengapa kita tidak perlu takut? Karena mereka hanya mampu membunuh tubuh, tetapi tidak dapat membunuh jiwa (Mat. 10:28). Hanya di dunia ini orang Kristen perlu “menderita demi kebenaran”. Setelah ini, hanya ada kebahagiaan sejati yang menanti kita.
Sementara itu, bagi “mereka yang membuatmu menderita”, dunia ini menjadi satu-satunya tempat mereka bisa mengecap kebahagiaan. Jika sampai meninggal mereka tidak kunjung bertobat, maka mereka akan disiksa untuk selama-lamanya.
Sama seperti para penyembah Si Antikristus, mereka juga mungkin akan disiksa dengan api dan belerang di hadapan malaikat-malaikat kudus dan di hadapan Anak Domba. Dan, asap siksaan mereka naik selama-lamanya. Mereka tidak punya waktu untuk istirahat, baik siang atau malam (Why. 14:10-11).
Pembalasan adalah haknya Tuhan (Rom. 12:19). Balasan Tuhan lebih mengerikan dan menyakitkan dibandingkan apa yang mereka lakukan terhadap kita. Ngeri benar kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup (Ibr. 10:31).
Itulah sebabnya mengapa Petrus menyerukan: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau makian dengan makian.” Mata Tuhan memperhatikan orang-orang benar, dan telinga-Nya mendengarkan doa-doa mereka. Karena itu, terhadap “mereka yang membuatmu menderita,” tidak perlulah kita sendiri yang membalas.
Sebaliknya, kita malah diperintahkan untuk “memberkati sebab untuk itulah kamu dipanggil.” Dengan cara apa kita memberkati mereka? Dengan memberitakan Injil kepada mereka.
Keselamatan adalah berkat terindah-dan-terbesar yang bisa diterima seseorang. Jika kita ingin memberkati seseorang dengan berkat terbesar yang bisa ia terima, beritakanlah Injil padanya. Jangan lupa, “mereka yang membuatmu menderita” ini adalah kita-yang-dahulu.