4 Juni 2011 Oleh Josh Etter Staf, desiringGod.org
Mark Twain pernah berkata, ”Bekerja adalah kejahatan yang perlu dihindari.” Meskipun adakalanya kita mungkin sepakat dengan pernyataan tersebut, kita tahu kalau Allah telah menetapkan bekerja sebagai cara untuk mengusahakan-dan-memelihara dunia ciptaan-Nya (Kej 1:28; 2:15). Allah telah merancang supaya kita bekerja bagi kemuliaan-Nya dan kebaikan kita sendiri. Namun, bagaimana kita bisa memuliakan Allah ketika bekerja? Daftar berikut ini tidaklah lengkap, tetapi setidaknya ada 12 cara.
1. Percayalah bahwa semua pekerjaan yang legal itu menjadi sesuatu yang kudus atau tidak di hadapan Allah didasari pada iman kita; bukan pada natur dari pekerjaan itu sendiri.
”Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Rom 14:23).
2. Bersikaplah adil-dan-jujur ketika Anda berurusan dengan uang.
”Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat” (Ams. 11:1).
3. Bergantunglah dalam doa kepada Allah. Jauhilah sikap “saya mampu melakukannya sendiri.”
”Tetaplah berdoa” (1 Tes. 5:17).
”Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga” (Maz. 127:1).
4. Pakailah upah yang diperoleh dari pekerjaan Anda tersebut untuk memelihara-dan-memberkati orang lain.
”Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Tim. 5:8).
”Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Efe. 4:28).
5. Kembangkanlah keahlian yang Anda miliki. Bekerja keraslah. Berjuanglah untuk mencapai yang terbaik.
”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina” (Ams. 22:29).
”Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja” (Ams. 14:23).
”Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:16).
6. Jadilah teladan kasih bagi orang-orang terdekat melalui cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja.
”Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 Kor 16:14).
7. Susunlah rencana dan dengan tulus bersiap-siap mengerjakan berbagai tugas yang akan datang dengan berkata: ”Jika Allah menghendaki.”
”Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu” (Ams. 24:27).
”Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ’Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung’, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ’Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu’” (Yak. 4:13-15).
8. Beritakanlah Injil kepada rekan kerjanya Anda.
”Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (2 Kor. 5:20).
9. Bekerjalah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
”Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya” (Kol. 3:23-24).
”Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis” (1 Pet. 2:18).
10. Fokuslah pada tugas yang telah diberikan kepada Anda.
”Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan” (Ams 28:19).
11. Ucapkanlah perkataan kasih karunia.
”Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia” (Efe. 4:29).
12. Bersandar sepenuhnya pada pembenaran-hanya-oleh-iman dalam Kristus.
”Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ’tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat” (Gal. 2:16).
***
Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul '12 Ways to Glorify God at Work.'