Bahayanya Terhanyut

Sukacita Surga
30 Oktober


Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus”

(Ibr. 2:1)

Kita semua mengenali orang-orang yang pernah mengalami hal ini. Tidak ada kesungguhan. Tidak ada kewaspadaan. Tidak ada fokus untuk mendengarkan, memikirkan, atau mengarahkan pandangan mereka pada Yesus. Hasilnya, mereka bukan hanya diam di tempat, melainkan sampai terhanyut.

Itulah intinya: tidak ada yang diam saja. Kehidupan di dunia ini bukanlah danau. Kehidupan ini adalah sungai. Sungai itu mengalir ke bawah menuju kebinasaan. Jika Anda tidak mendengarkan Yesus dengan sungguh-sungguh; memikirkan Dia setiap hari; mengarahkan pandangan Anda pada-Nya setiap jam, maka Anda tidak akan tinggal diam. Anda akan mundur. Anda akan terhanyut menjauh dari Kristus.

Terhanyut adalah hal yang mematikan dalam kehidupan Kristen. Menurut Ibrani 2:1, obatnya adalah: ”Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar.” Artinya, perhatikanlah apa yang difirmankan Allah di dalam Anak-Nya, Yesus. Arahkanlah pandangannya Anda pada apa yang difirmankan Allah dan dikerjakan di dalam Anak Allah; Yesus Kristus.

Ini bukanlah gerakan renang yang sulit untuk dipelajari. Satu-satunya hal yang menghalangi kita untuk berenang melawan budaya-yang-berdosa bukanlah kesulitan dalam gerakan berenangnya, melainkan keinginan berdosa kita untuk mengikuti arus.

Jangan sampai kita mengeluh bahwa Allah yang telah memberi kita tugas yang berat. Dengarkan; pikirkan; arahkan pandangan — ini bukanlah apa yang Anda sebut sebagai deskripsi dari tugas yang sulit. Bahkan, ini bukanlah deskripsi dari tugas. Ini adalah undangan yang serius untuk dipuaskan di dalam Yesus sehingga kita tidak terpikat oleh berbagai hasrat-yang-menipu.

Jika Anda sedang terhanyut hari ini, salah satu tanda pengharapan bahwa Anda telah dilahirkan kembali adalah Anda merasa tertusuk oleh hal ini. Anda merasakan adanya hasrat-yang-kuat untuk mengarahkan kembali pandangannya Anda pada Yesus; memikirkan-Nya; serta mendengarkan-Nya di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang.


Artikel ini diterjemahkan dari "The Danger of Drifting."

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *