Apa Artinya Memuji TUHAN

Sukacita Surga
17 Agustus


Artikel oleh .
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!”

(Maz. 103:1)

Mazmur ini dimulai dan diakhiri dengan si pemazmur yang berkhotbah kepada jiwanya untuk memuji Tuhan — ”Pujilah TUHAN, hai jiwaku” — dan berkhotbah pada para malaikat dan bala tentara surga dan segala ciptaan-Nya Allah supaya mereka juga melakukan hal yang sama. 

”Pujilah TUHAN,  hai malaikat-malaikat-Nya, 
hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya 
dengan mendengarkan suara firman-Nya. 
Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, 
hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya.
Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, 
di segala tempat kekuasaan-Nya! 
Pujilah TUHAN, hai jiwaku” (Maz. 103:20-22).

Mazmur ini sangat berfokus pada urusan memuji Tuhan. Apa artinya memuji Tuhan?

Memuji Tuhan berarti menyatakan hal baik tentang kebesaran-dan-kebaikan-Nya — dan [Anda] benar-benar memaksudkan semuanya itu karena meluap keluar dari lubuk jiwanya Anda.

Apa yang dilakukan Daud dalam ayat pertama dan terakhir dari mazmur ini, ketika ia berkata, ”Pujilah TUHAN, hai jiwaku,” menyatakan bahwa pemberitaan yang sejati tentang kebaikan-dan-kebesaran-Nya Allah harus meluap keluar dari jiwanya seseorang.

Memuji Allah dengan mulut tetapi tanpa disertai hati akan menjadi kemunafikan. Yesus berkata, ”Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku” (Mat. 15:8). Daud tahu mengenai bahaya itu sehingga dia berkhotbah pada dirinya sendiri. Dia [seolah-olah] berkata-kata pada jiwanya sendiri sehingga hal tersebut tidak sampai terjadi.

”Marilah jiwaku, lihatlah kebesaran dan kebaikan-Nya Allah. Bergabunglah bersama mulutku dan marilah kita memuji Tuhan dengan segenap keberadaan kita. Jiwaku, kita tidak akan menjadi orang yang munafik!”


Artikel ini diterjemahkan dari "What It Means to Bless the Lord."

You may also like...

Tinggalkan Balasan