Allah Mengampuni dan Tetap Adil

Sukacita Surga
14 Agustus


Artikel oleh .
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

”…Dan Natan berkata kepada Daud: ‘TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati’”

(2 Sam. 12:13-14)

Ini sungguh keterlaluan. Uria mati. Batsyeba [mungkin] diperkosa. Si bayi akan mati. Namun, Natan berkata, ”TUHAN telah menjauhkan dosamu itu.”

Hanya sebegitu saja? Daud telah berzinah. Dia memerintahkan pembunuhan. Dia berdusta. Dia ”menghina TUHAN” (2 Sam. 12:9). Dia merendahkan Allah. Namun, Tuhan dengan begitu mudah “menjauhkan dosa[nya]”?!

Hakim yang adil seperti apakah Allah itu? Anda tidak dapat mengabaikan pemerkosaan, pembunuhan, dan dusta. Hakim yang adil tidaklah berbuat demikian.

Ini adalah salah satu persoalan teologis terbesarnya Paulus — sangat berbeda dari apa yang dipergumulkan oleh orang-orang pada masa sekarang ini: bagaimana Allah mengampuni dosa dan tetap adil? Inilah yang dinyatakan Paulus dalam Roma 3:25-26:

”Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.”

Dengan kata lain, kemarahan yang kita rasakan ketika Allah dengan mudahnya mengabaikan dosanya Daud akan menjadi kemarahan yang benar jika Allah benar-benar dengan mudah mengabaikan dosanya Daud. Allah tidaklah demikian.

Sejak zaman Daud, Allah melihat selama berabad-abad ke depan hingga pada kematian Anak-Nya (Yesus Kristus) yang akan mati menggantikan Daud sehingga imannya Daud terhadap belas kasihan-Nya Allah dan karya penebusan-Nya Allah pada masa depan akan menyatukan Daud dengan Kristus. Juga, dalam kemahatahuan Allah, dosanya Daud diperhitungkan sebagai dosa-Nya Kristus; dan kebenaran-Nya Kristus diperhitungkan sebagai kebenarannya Daud. Allah dengan adil mengabaikan dosanya Daud karena Kristus.

Kematian Anak Allah cukup keterlaluan, dan kemuliaan Allah yang dijunjungnya cukup besar, sehingga Allah membenarkan dengan mengabaikan perzinahan; pembunuhan; dan kebohongannya Daud. Juga, termasuk dosa-dosa kita.

Jadi, Allah mempertahankan kebenaran dan keadilan-Nya yang sempurna tersebut sementara pada saat yang bersamaan menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang beriman pada Yesus; tidak peduli seberapa banyak atau besarnya dosa mereka. Ini adalah kabar baik yang sungguh tidak terkatakan.


Artikel ini diterjemahkan dari "God Forgives and Is Still Just."

You may also like...

Tinggalkan Balasan