Lebih Kuat

21 Juni 2015
Artikel oleh David Mathis
Editor Executive, desiringGod.org


Pernahkah Anda berhenti untuk merenungkan kekuatan-dan-kuasa-Nya Allah yang absolut?

Adalah baik bagi kita untuk memperhitungkan bagaimana kekuatan-Nya melampaui segala sesuatu yang bisa tampak begitu kuat jika dibandingkan dengan kita. Entah itu atlet angkat besi Olimpiade; atau kerangka berotot dari gorila seberat 200 kg; atau rahang hiu putih besar; atau kekuatan dari kikisan air yang luar biasa; atau gempa bumi atau gunung berapi, maka tidak terlalu sulit bagi kita untuk terkesan oleh kekuatan seperti itu dan kemudian dengan mudah beralasan bahwa pencipta hal-hal tersebut pasti jauh lebih kuat. Namun, kita hanya bisa melangkah sejauh ini saja dalam mencoba membungkus pikiran kita dengan kekuatan tak terbatas.

Namun, Allah tidak memaksudkan kita untuk menganggap kuasa-Nya hanya sebatas hal fisik belaka. Jika Dia melakukannya, maka Alkitab akan menjadi kitab yang sangat berbeda. Alkitab akan lebih seperti buku teks sains dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memberi tahu kita tentang hal-hal yang kita pelajari dari alam.

Roma 1:19–20 mengatakan bahwa “apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata” bagi kita semua, karena Allah telah menyatakan kepada kita “kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, … dari karya-Nya sejak dunia diciptakan.” Kekuatan fisik Allah seharusnya terlihat bagi kita semua saat kita melakukan pengamatan paling sederhana tentang dunia tempat kita hidup.

Namun, di dalam Kitab Suci, Allah bermaksud mengajari kita tentang kekuatan-Nya dengan cara yang lebih penting dan signifikan ketimbang sekadar kekuatan fisik.

Melewati Badai dan Melewati Api

Salah satu cara penting di mana Allah menunjukkan kekuatan-Nya adalah di bidang moral. Kita menyebutnya kekudusan. Dia menyatakan kekuatan-Nya tidak hanya secara defensif, tetapi juga ofensif. Tidak hanya Allah sendiri tidak menyerah pada kuasa dosa, tetapi kuasa-Nya lebih kuat dari kuasa dosa. Kekuatan-Nya mematahkan kekuatan dosa. Kemampuan-Nya untuk menebus melampaui kemampuan dosa untuk membinasakan.

Cara lain di mana Allah menyatakan diri-Nya kuat adalah dalam kemampuan-Nya untuk menopang kita dalam keadaan hidup yang paling sulit. Ada ”kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus” (1 Pet. 4:11). Kuasa-Nya justru paling kuat ketika kita berada di saat-saat paling membutuhkan.

Tempat pembuktian nyata untuk kekuatan-Nya bukanlah pada saat hari-hari kita yang damai, cerah, dan bahagia, tetapi pada saat ketika mendung. Dia menunjukkan kekuatan-Nya kebanyakan bukan dalam ketenangan, tetapi dalam badai. Bukan dalam kesejukan hidup kita, tetapi ketika kita menemukan diri kita berada di dalam api.

Yesus Lebih Kuat

Kekuatan Allah dalam mematahkan dosa kita, dan dalam menopang kita dalam penderitaan dan rasa sakit terbesar kita yang dinyatakan kepada kita, adalah dengan cara klimaks yang hebat di mana Allah menunjukkan diri-Nya kuat: di dalam salib Kristus.

Ketika Iblis tampaknya menjadi yang terkuat, Yesus siap untuk menunjukkan diri-Nya lebih kuat melalui satu cara demi satu cara. ”Orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini” (2 Kor. 4:4), tetapi Yesus mencelikkan mata orang buta. ”Penguasa kerajaan angkasa… sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” (Efe. 2:2), tetapi Yesus sedang bekerja di dalam kita, perlahan-lahan membentuk kita menjadi anak-anak kebenaran. Sebagaimana 1 Yohanes 4:4 memberi kita kata-kata yang sangat membesarkan hati, ”Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Sekuat apa pun kelihatannya Iblis, sekuat apa pun tarikan dosa, sememperbudak apapun rasa malu kita, seburuk apa pun keadaan kita, Yesus lebih kuat. Dia lebih kuat dari Iblis, lebih kuat dari dosa, lebih kuat dari rasa malu, lebih kuat dari badai dan api penderitaan dan rasa sakit apa pun, dan bahkan lebih kuat dari kematian itu sendiri.

Yesus benar-benar Tuhan atas segalanya.

***

Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul "Stronger."

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *