1 Pet. 4:18 (AYT)
Jika orang saleh saja sulit untuk diselamatkan, bagaimana dengan orang jahat dan orang berdosa?
Ketika mengutip Amsal 11:31, apa yang Petrus berusaha tekankan dengan menyatakan kalau “orang saleh saja sulit untuk diselamatkan”? Apa kaitannya dengan “penghakiman yang dimulai dari keluarga Allah”?
Apakah berarti keselamatan kita bisa hilang/dibatalkan? Tentu saja tidak. Hal ini akan bertentangan dengan apa yang ditulisnya di awal surat penggembalaannya ini (1 Pet. 1:2-5). Keselamatan tidak bisa hilang karena keselamatan kita “dilindungi oleh kuasa Allah”.
Besar kemungkinan frasa “orang saleh saja sulit untuk diselamatkan” ini paralel dengan apa yang ditulis Paulus di Surat 1 Korintus 3:12-15. Saudara rajin pelayanan? Saudara pendeta “besar”? Banyak yang terkagum-kagum pada Saudara? Tunggu dulu, pelayanan Saudara ini dibangun dengan “emas, perak, batu-batu berharga, kayu, rumput, atau jerami”?
Rajin pelayanan itu baik. Namun, hanya Tuhan yang tahu apa motivasi kita yang sesungguhnya. Sebagai contoh, ada orang yang rajin melayani karena iri, persaingan, ambisi egois, dan tidak tulus niatnya (Fil. 1:15, 17). Meskipun motivasinya salah, Tuhan akan membiarkannya karena bagaimana pun Injil diberitakan (Fil. 1:18).
Kelak, pada Takhta Pengadilan Kristus/the judgment seat of Christ, “api itu sendiri akan menguji bagaimana jenis pekerjaan setiap orang”. Jika pelayanan Saudara dibangun dengan “kayu, rumput, atau jerami”, maka bersiap-siaplah untuk terbakar habis. Saudara akan menderita kerugian, meskipun Saudara sendiri akan diselamatkan, tetapi keadaannya seperti melewati api.
Namun, jika sampai meninggal Saudara melayani sebagai orang Kristen palsu, maka nasib Saudara akan lebih tragis. Saudara akan mendengar langsung Tuhan Yesus berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat. 7:23).
Masih berani merasa “besar”?; “penting”?; “tak tergantikan”? Karena itu, janganlah Saudara berusaha menjadi hamba Tuhan “besar”. Yang “baik” dan “setia” saja (Mat. 25:14-30).
Yang “besar” belum tentu “baik” dan “setia”. Yang “baik” dan “setia” belum tentu “besar”.