Perubahan Itu Mungkin Terjadi

Sukacita Surga
17 November


Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

“Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya

(Efe. 4:24)

Kekristenan bermakna suatu perubahan mungkin terjadi. Perubahan yang mendalam-dan-mendasar. Adalah mungkin untuk memiliki hati yang penuh kasih mesra ketika dulunya Anda tidak berperasaan dan tidak peka. Adalah mungkin untuk berhenti dikuasai oleh kepahitan dan kemarahan. Adalah mungkin untuk menjadi orang yang penuh kasih terlepas dari apa pun latar belakangnya Anda.

Alkitab beranggapan bahwa Allah adalah faktor penentu dalam menjadikan kita menjadi seperti apa yang seharusnya. Dengan kejujuran yang luar biasa, Alkitab berkata, ”Hendaklah dibuang … segala kejahatan” dan ”hendaklah kamu… penuh kasih mesra” (Efe. 4:31-32). Alkitab tidak mengatakan, ”Jika kamu bisa …” Atau, ”Jika orang tuamu penuh kasih mesra …” Atau, ”Jika kamu belum pernah dianiaya …” Namun dikatakan, ”Hendaklah kamu… penuh kasih mesra.”

Hal ini sangat memerdekakan. Hal ini memerdekakan kita dari fatalisme yang mengerikan yang mengatakan bahwa perubahan tidak mungkin terjadi pada diri saya. Hal ini memerdekakan saya dari pandangan mekanistik yang menjadikan latar belakangnya saya sebagai takdirnya saya.

Berbagai perintah-Nya Allah selalu disertai dengan kebenaran yang membebaskan dan mengubah hidup untuk dipercayai sepenuhnya. Sebagai contoh,

  • Allah mengangkat kita menjadi anak-Nya. Kita memiliki seorang Bapa dan keluarga yang baru. Hal ini mematahkan kuasa fatalistik dari ”keluarga asal” kita. ”Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga” (Mat. 23:9).
  • Allah mengasihi kita seperti anak-Nya sendiri. Kita adalah ”anak-anak yang kekasih” (Efe. 5:1). Perintah untuk meneladani kasih Allah tidak menggantung di awang-awang, tetapi disertai dengan kuasa: ”Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih.” ”Kasihilah!” adalah sebuah perintah. Dikasihi oleh Allah adalah sebuah kuasa.
  • Allah telah mengampuni kita di dalam Kristus. ”Penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efe. 4:32). Apa yang Allah lakukan di dalam Kristus sangat berkuasa. Hal itu membuat perubahan menjadi mungkin. Perintah untuk penuh kasih mesra lebih berkaitan dengan apa yang Allah lakukan untuk Anda daripada apa yang ibu atau ayahnya Anda lakukan pada Anda. Perintah semacam ini berarti Anda bisa berubah.
  • Kristus telah mengasihi Anda dan telah menyerahkan diri-Nya untuk Anda. ”Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu” (Efe. 5:2). Perintah ini datang dengan kebenaran yang mengubah hidup. ”Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu.” Pada saat ada kesempatan untuk mengasihi, dan ada suara yang berkata, ”Kamu bukan orang yang penuh kasih,” maka Anda dapat berkata, ”Kasih-Nya Kristus bagi saya telah menjadikan saya sebagai manusia-yang-baru. Perintah-Nya untuk mengasihi adalah sesuatu yang pasti bisa saya lakukan sebagaimana janji akan kasih-Nya adalah sesuatu yang pasti saya terima.”

Jangan menjadi seorang yang fatalis; menyerah begitu saja pada nasib. Jadilah orang Kristen. Perubahan itu mungkin terjadi. Allah itu hidup. Kristus telah bangkit. Janji-janji itu benar.


Artikel ini diterjemahkan dari "Change Is Possible."

You may also like...

Tinggalkan Balasan