Mengapa Para Gembala Harus Berkhotbah Tentang Neraka?

  1. Neraka memang ada di dalam Alkitab. Betapapun sulitnya pokok bahasan ini, para gembala harus mewartakan seluruh maksud-Nya Allah.
  2. Neraka bisa menjadi semacam jangkar bagi pelayanan para gembala. Sangat mudah bagi para gembala untuk terhanyut dengan memberitakan hal yang baik [saja] sebagai hal yang utama. Memberitakan neraka mengingatkan kita bahwa tidak ada tugas yang lebih mendesak daripada memberitakan kabar baik kepada dunia bahwa pengampunan dosa ditawarkan melalui Yesus Kristus!
  3. Neraka mengingatkan orang Kristen mengenai apa yang sebenarnya dipertaruhkan. Seringkali orang Kristen mengikuti jalan-dunia ini dengan berpikir bahwa hidup ini [masih] panjang dan masa kekekalan itu singkat. Para gembala harus berkhotbah tentang neraka untuk mengingatkan jemaat mereka bahwa ada konsekuensi-yang-kekal yang melekat pada dosa dan ketidakpercayaan.
  4. Neraka mengingatkan orang Kristen mengenai betapa banyak yang sudah dilakukan Kristus di atas kayu salib. Khotbah tentang neraka memperbesar pandangan kita tentang apa yang sudah diselesaikan Yesus bagi kita. Bagaimana? Dengan mengungkap kedalaman dari penderitaan yang dialami Yesus di atas kayu salib. Di atas kayu salib, Yesus menderita penderitaan yang setara dengan neraka untuk membayar harga bagi dosa-dosa kita; dan menperdamaikan kita dengan Allah.
  5. Neraka mengarahkan [pandangan] kita pada kemuliaan-Nya Allah dalam kasih, pengampunan, keadilan, dan pembenaran orang-orang kudus-Nya. Keberadaan neraka menambah keheranan kita akan kasih-dan-pengampunan-Nya Allah: seandainya ini adalah hal yang pantas kita terima, betapa menakjubkan kasih-Nya Allah yang ditunjukkan dalam menyelamatkan orang-orang berdosa! Neraka juga menunjukkan bahwa Allah itu benar-benar baik dan adil. Suatu hari kelak, Allah akan memperbaiki semua kesalahan. Dia akan terlihat adil dalam menghukum dosa sebagaimana layaknya.

Artikel ini diterjemahkan dari “Why Should Pastors Preach on Hell?

You may also like...

Tinggalkan Balasan