Sukacita Surga
1 November
Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
“Jika kamu tidak menginjak-injak hari Sabat dan tidak melakukan kesukaanmu pada hari kudus-Ku, tetapi menyebut hari Sabat ‘hari kesenangan’, dan hari kudus TUHAN ‘hari yang mulia’, serta menghormatinya dengan tidak berjalan menurut jalan-jalanmu sendiri, mencari kesenanganmu sendiri, atau mengatakan perkataanmu sendiri, maka kamu akan mendapatkan kesenangan di dalam TUHAN. Aku akan membuatmu naik di ketinggian-ketinggian bumi”
(Yes. 58:13-14, AYT)
Adalah mungkin bagi seseorang untuk mengejar Allah tanpa memuliakan Allah. Jika kita ingin pengejaran tesebut memuliakan Allah, kita harus mengejar-Nya demi sukacita akan persekutuan dengan-Nya.
Pertimbangkanlah hari Sabat sebagai gambaran mengenai hal ini. Tuhan menegur umat-Nya yang mencari kesenangan mereka sendiri pada hari kudus-Nya. ”Jika kamu tidak menginjak-injak hari Sabat dan tidak melakukan kesukaanmu pada hari kudus-Ku.” Namun, apa yang dimaksudkan-Nya? Apakah maksud-Nya adalah kita tidak boleh mencari kesenangan pada hari Tuhan? Tidak, karena hal berikutnya yang Ia katakan adalah ”menyebut hari Sabat ’hari kesenangan’”. Juga, dalam ayat 14, ”maka kamu akan mendapatkan kesenangan di dalam TUHAN.” Jadi, yang Dia kecam adalah mereka bersenang-senang dengan urusan mereka sendiri pada hari Sabat dan bukannya bersukacita dalam keindahan Allah mereka dan perhentian mereka serta kekudusan yang dilambangkan oleh hari tersebut.
Dia tidak menegur hedonismenya mereka. Dia menegur kelemahan akan kesenangan. Seperti yang dikatakan C.S. Lewis, ”Kita terlalu mudah merasa senang.” Mereka telah merasa puas dengan berbagai kepentingan sekuler. Dengan demikian, mereka menghormati semuanya itu melebihi Tuhan.
Perhatikan bahwa menyebut hari Sabat sebagai ”kesenangan” sama artinya dengan menyebut hari kudus Tuhan sebagai ”hari yang mulia”. ”Jika kamu … menyebut hari Sabat ’hari kesenangan’, dan hari kudus TUHAN ’hari yang mulia’ …” Artinya, Anda menghormati apa yang Anda sukai. Atau, Anda memuliakan apa yang Anda sukai.
Kesukaan-akan-Allah dan pemuliaan-Allah adalah satu kesatuan. Tujuan kekal-Nya dan kesenangan kekal kita bersatu dalam satu pengalaman penyembahan. Inilah tujuan dari hari Tuhan. Sesungguhnya, inilah tujuan dari seluruh kehidupan.
Artikel ini diterjemahkan dari "We Honor What We Enjoy."