Kita Adalah Rumah-Nya

Sukacita Surga
11 November


Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

“Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan”

(Ibr. 3:3-6)

Orang-orang yang bermegah-dan-berharap pada Yesus Kristus adalah rumah-Nya Allah. Artinya, Yesus pada hari ini — bukan hanya kembali pada zaman Musa atau pada zaman-Nya ketika Ia di bumi — melainkan pada hari ini juga adalah Sang Pencipta, Pemilik, Penguasa, dan Pemelihara bagi kita.

Yesus disebut sebagai ”ahli bangunan” rumah ini. Musa bukanlah ahli bangunannya. Ia adalah bagian dari rumah tersebut. Jadi, dinyatakan, ”Sebab Ia [Yesus] dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya.” Jadi, sehebat-hebatnya Musa dalam memimpin rumah itu, dan menyampaikan firman Tuhan pada rumah itu, dia tetaplah hanya bagian dari rumah tersebut. Namun, Yesuslah yang membangun rumah tersebut.

Jadi, jika kita bermegah di dalam Yesus dan berharap di dalam Yesus, maka kita adalah rumah itu dan Yesus adalah Sang Ahli bangunan, Pemilik, Penguasa, dan Pemelihara bagi kita. Dia tidak akan membiarkan rumah-Nya hancur atau roboh menjadi reruntuhan.

Kemudian, penulis Surat Ibrani mengubah perumpamaannya — dari pembangun-dan-rumah menjadi anak-dan-pelayan. ”Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan… tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya.” Jadi, Kristus memang menjadi bagian dari rumah tersebut — bagian dari isi rumah — yang dibangun-Nya. Namun, walaupun demikian, kemuliaan-Nya jauh di atas Musa. Musa adalah seorang pelayan. Kristus adalah Sang Anak. Sang ahli waris.Kita adalah bagian dari isi rumah ini. Ibrani 3:6: ”Dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.” Tentu saja, marilah kita menghormati dan memberikan penghormatan yang seharusnya pada Musa. Namun, inti dari seluruh kitab Ibrani adalah: Kristus lebih besar. Lebih hebat dalam segala hal. Dia adalah ahli bangunan dari rumahnya umat Allah. Ia adalah Anak di dalam rumahnya umat Allah. Marilah kita menghormati Musa. Namun, marilah kita menyembah Yesus — Sang Pencipta dan saudara kita.


Artikel ini diterjemahkan dari "We Are His House
."

You may also like...

Tinggalkan Balasan