Jangan Keraskan Hatimu

Sukacita Surga
1 November


Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

“Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka

(Ibr. 3:18-19)

Meskipun bangsa Israel sudah melihat air Laut Merah terbelah dan berjalan melintasi laut tersebut di atas tanah yang kering, tetapi ketika mereka kehausan, hati mereka menjadi keras dan menentang Allah. Mereka tidak mempercayai Allah yang akan memelihara mereka. Mereka berseru-seru menentang Dia dan mengatakan bahwa kehidupan di Mesir lebih baik.

Itulah hal yang ingin dicegah oleh isi Surat Ibrani. Oh, betapa banyak orang yang mengaku Kristen yang awalnya memulai dengan Allah. Mereka mendengar bahwa dosa-dosa mereka dapat diampuni; bahwa mereka dapat lolos dari neraka dan masuk surga. Lalu mereka berkata: ”Apa ruginya bagi saya? Saya akan beriman-percaya.”

Namun, dalam seminggu, sebulan, setahun, atau sepuluh tahun kemudian, ujian datang — tibanya musim tanpa air di padang gurun. Bosan dengan manna. Perlahan-lahan, keinginan yang semakin besar akan kesenangan sesaat di Mesir, seperti yang dinyatakan dalam Bilangan 11:5-6, ”Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”

Ini adalah kondisi yang menakutkan bagi seseorang — mendapati diri Anda yang tidak lagi tertarik pada Kristus; firman-Nya; kehidupan doa; penyembahan; kegiatan misi; dan hidup untuk kemuliaan Allah. Juga, ketika kita mendapati bahwa semua kesenangan sesaat di dunia ini tampak lebih menarik daripada hal-hal yang berasal dari Roh.

Jika itu adalah situasi-dan-kondisinya Anda, saya minta pada Anda untuk mendengarkan Roh Kudus yang berbicara dalam ayat ini. ”Mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.” Perhatikanlah firman Allah. Janganlah keraskan hatimu. Sadarlah akan tipu daya dosa. Pandanglah pada Yesus, Sang Rasul-dan-Imam Besar yang kita akui [Ibr. 3:1]. Berpeganglah teguh pada keyakinan-dan-pengharapan Anda kepada-Nya.

Jika Anda bahkan belum pernah memulai dengan Allah, maka taruhlah pengharapan Anda pada-Nya. Berbaliklah dari dosa dan berbagai usaha dalam mengandalkan dirinya Anda sendiri. Kemudian, taruhlah kepercayaannya Anda pada Sang Juruselamat yang agung. Semuanya ini telah dituliskan bagi Anda supaya Anda percaya; supaya Anda bertekun; dan juga supaya Anda hidup.


Artikel ini diterjemahkan dari "Do Not Harden Your Heart."

You may also like...

Tinggalkan Balasan