Rom. 12:1-2 (AYT)
Karena itu, oleh kemurahan Allah, aku mendorong kamu, saudara-saudara, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itulah ibadahmu yang sejati.
Janganlah menjadi sama dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan akal budimu, sehingga kamu dapat membedakan apa yang menjadi kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.
Harus ada yang membedakan kita dengan orang dunia ini. Jika apa yang orang dunia suka, kita juga suka; yang orang dunia kejar, kita juga kejar; bagaimana mungkin kita merasa sudah dilahirbarukan/diselamatkan?
Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis tidak mungkin sama kesehariannya. Perbedaannya pasti tampak jelas. Tidak mungkin mirip-mirip. Apa yang dikehendaki, dipikir, diucap, dan diperbuat mereka tidak mungkin sama. Pasti bertentangan.
Dunia ini bukan rumah kita. Kita hanyalah pendatang dan musafir di dalam dunia ini. Kita merindukan suatu negeri yang lebih baik, yaitu negeri surgawi (Ibr. 11:16). Kehinaan Kristus lebih berharga daripada seluruh kekayaan Mesir sebab sama seperti Musa kita memandang kepada pahala yang akan datang (Ibr. 11:26).
Dunia ini tidak pantas bagi kita (Ibr. 11:38) karena the best is yet to come.
Hidup yang kita jalani saat ini adalah “persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah”. Jika kita sudah dilahirbarukan, maka setiap dari kita adalah Bait Allah yang berjalan. Karena itu, kita senantiasa ingin menyerahkan hidup kita untuk melakukan kehendak-Nya.
Apa pun yang menyenangkan hati-Nya, kita kerjakan. Apa pun yang mendukakan hati-Nya, kita berhenti kerjakan.