- Berkhotbahlah tentang Injil. Semua orang dari segala usia perlu mendengar; percaya; dan diingatkan akan karya penyelamatan-Nya Allah di dalam Kristus.
- Berkhotbahlah tentang kedaulatan-Nya Allah. Semua orang dari segala usia perlu diingatkan bahwa hanya Allah saja yang berkuasa atas setiap keadaan dalam kehidupan kita.
- Berkhotbahlah tentang penderitaan. Usia memperparah penderitaan yang kita rasa-dan-lihat terlepas dari apakah itu mengenai kepedihan yang terjadi karena penyesalan di masa lalu; sakit nyeri sendi; atau kehilangan orang yang kita kasihi. Karena itu, sangat penting untuk mengingatkan jemaatnya Anda bahwa Allah mengizinkan kita menderita sehingga kita menjadi serupa dengan Anak-Nya (Rom. 8:18, 30; Ibr. 12:5-11).
- Berkhotbahlah tentang penyembahan berhala. Berapa pun usianya, semua orang tergoda untuk menyembah ilah-ilah palsu, bukannya Allah yang benar. Jika Anda adalah seorang pendeta muda, pelajarilah tentang berbagai berhalanya dari jemaatnya Anda yang lebih tua dan ungkapkanlah hal tersebut dengan penuh kasih.
- Berkhotbahlah tentang identitas barunya orang percaya di dalam Kristus. Kita yang berada di dalam Kristus begitu mudah lupa bahwa identitas kita tidak berasal dari pekerjaan; rumah; usia; keluarga; atau penampilannya kita. Menemukan identitas seseorang di dalam Kristus akan menghilangkan kepedihan akibat penyesalan; memotong akar kesombongan; mengeringkan rawa keputusasaan yang berlumpur; menjernihkan kebingungan di usia paruh baya; dan menghasilkan buah yang sangat berarti untuk selama-lamanya.
- Berkhotbahlah tentang surga. Ketika kita memenuhi pikiran dengan pengharapan-kekalnya kita, maka kita dapat melihat kesedihan dan pergumulan duniawi kita [pada saat ini] secara lebih objektif.
(Materi ini diadaptasi dari artikel Israel Hass, “Preaching Up: Applying the Word of God to Midlife and Beyond”)
Artikel ini diterjemahkan dari “How can I preach to people who are much older than me?“