Apakah Tuhan Mencobai Kita?

Yak. 1:13 (AYT)
Jika seseorang dicobai, janganlah dia berkata, “Aku sedang dicobai Allah.” Sebab, Allah tidak dapat dicobai oleh si Jahat dan Dia sendiri tidak mencobai siapa pun.



Pernyataan di Kitab 1 Samuel 16:14 sungguh membingungkan: “Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN” (TB). Apakah ini berarti dalam Tuhan ada roh yang kudus dan jahat sekaligus?

Tentu saja tidak. Yakobus di bagian ini  menegaskan kalau TUHAN adalah “Bapa segala terang, pada-Nya tidak ada perubahan atau pertukaran bayangan” (Yak. 1:16). Ia tidak kadang-kadang baik, kadang-kadang jahat. Ia kudus (Yes. 6:3, 1 Pet. 1:15-16), adil (Ul. 32:4, Yes. 30:18), benar-dan-adil (Mzm. 119:137; Yes. 45:19), dan tidak pernah berubah (Mal. 3:6). 

Ia adalah Kasih (1 Yoh. 4:8), penuh dengan belas kasihan (Mzm. 145:9; Efe. 2:4) dan pengampunan (Yes. 1:18; Mik. 7:18-19). Ia baik adanya (Mzm. 119:68; Nah. 1:7; Mrk. 10:18). Karena itu, frasa “roh jahat yang dari pada TUHAN” (a harmful spirit from the Lord, ESV) menjadi jelas kalau sedang merujuk pada Iblis/si Jahat.

Memang Allah “sendiri tidak mencobai siapa pun”. Namun, Allah pasti akan menguji umat-Nya. Menguji bukan mencobai. Mencobai bukan menguji.

Lantas, bagaimana cara-Nya menguji kita? Yaitu dengan membawa kita ke dalam pencobaan, sama seperti halnya “Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Mat. 4:1). Meskipun Allah sendiri yang membawa kita ke dalam pencobaan, namun bukan berarti Allah sendiri yang mencobai kita, melainkan dengan mengijinkan si Jahat/Iblis yang melakukannya (Ayub 1:6-12, 2:1-7; Yak. 1:13). 

Karena itu, “jika seseorang dicobai, janganlah dia berkata, ‘Aku sedang dicobai Allah.'”

You may also like...

Tinggalkan Balasan