Allah yang Memelihara Anda

Sukacita Surga
9 Maret


Artikel oleh .
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

Karena itu, rendahkanlah hatimu di bawah tangan Allah yang penuh kuasa. Dengan demikian, Dia akan meninggikan kamu pada waktunya. Serahkanlah semua kekhawatiranmu kepada-Nya karena Dia yang memelihara kamu

(1 Pet. 5:6-7, AYT)

Mengapa kekhawatiran tentang masa depan merupakan salah satu bentuk kesombongan?

Jawaban-Nya Allah kira-kira akan seperti ini (parafrasa dari Yesaya 51:12):

Akulah — Tuhan, Penciptamu — Akulah yang menghibur kamu, yang berjanji untuk menjagamu. Mereka yang mengancammu hanyalah manusia yang memang akan mati. Jadi, ketakutanmu pasti berarti kamu tidak memercayai Aku — meskipun kamu tidak yakin bahwa semua sumber daya yang ada padamu akan mencukupi kebutuhanmu, tetapi engkau memilih untuk mengandalkan dirimu sendiri yang rapuh itu ketimbang beriman pada kasih-karunia-masa-depan yang telah Kuberikan. Jadi, semua kegentaranmu — yang selemah itu — menunjukkan kesombongan.

Obatnya? Beralihlah dari sikap mengandalkan-diri-sendiri pada sikap mengandalkan-Allah. Juga, percayalah pada kuasa yang maha-mencukupi dari janji kasih-karunia-masa-depan yang diberikan-Nya.

Anda dapat melihat bahwa kekhawatiran adalah salah satu bentuk kesombongan dalam 1 Petrus 5:6-7. Perhatikanlah hubungan tata bahasa antar ayat-ayat tersebut. ”Rendahkanlah hatimu di bawah tangan Allah yang penuh kuasa … [Nah, ayat 7] Serahkanlah semua kekhawatiranmu kepada-Nya.” Ayat 7 dalam versi aslinya tidaklah ditulis sebagai kalimat baru. Ayat itu adalah sebuah klausa bawahan (atau klausa terikat) dan dimulai dengan sebuah participle (penyesuaian bentuk dari kata kerja yang ditujukan untuk mengungkapkan maksud tertentu): ”Rendahkanlah hatimu … [dengan cara] serahkanlah semua kekhawatiranmu kepada-Nya.”

Artinya, menyerahkan segala kekhawatirannya Anda kepada Allah adalah salah satu cara untuk merendahkan diri di bawah tangan Allah yang penuh kuasa. Hal ini seperti seseorang yang menyatakan, ”Makanlah dengan sopan … kunyahlah dengan mulut tertutup.” Atau: ”Berkendaralah dengan hati-hati… tetap perhatikan jalan.” Atau: ”Bersikaplah murah hati… undanglah seseorang pada perayaan Thanksgiving.” Atau: ”Rendahkanlah hatimu… serahkanlah semua ketakutanmu kepada Allah.”

Salah satu cara untuk merendahkan hati adalah dengan menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Allah. Artinya, salah satu penghalang untuk menyerahkan segala kekhawatirannya Anda kepada Allah adalah kesombongan. Artinya, kekhawatiran yang tidak semestinya adalah sebuah bentuk kesombongan. Tidak peduli seberapa lemah kekhawatiran itu terlihat atau terasa.

Nah, mengapa menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Allah adalah kebalikan dari kesombongan? Karena kesombongan tidak suka mengakui bahwa ia mempunyai kekhawatiran; atau bahwa kita tidak sanggup untuk menyelesaikannya sendiri. Jika kesombongan harus mengakui bahwa ketakutannya tidak dapat dikendalikan, maka ia tetap tidak suka mengakui bahwa mungkin obatnya adalah dengan memercayai orang lain yang lebih bijaksana-dan-kuat.

Dengan kata lain, kesombongan adalah bentuk ketidakpercayaan dan ketidaksukaan [seseorang] untuk mengandalkan Allah atas kasih-karunia-masa-depan yang diberikan-Nya. Sebaliknya, iman mengakui perlunya pertolongan. Namun, kesombongan tidak akan mengakui hal itu. Iman bergantung pada Allah untuk memberikan pertolongan, tetapi kesombongan tidak akan bergantung pada Allah. Iman menyerahkan semua kekhawatirannya pada Allah, tetapi kesombongan tidak akan menyerahkan kekhawatirannya.

Karena itu, cara untuk melawan ketidakpercayaan-karena-kesombongan ini adalah dengan mengakui secara terbuka bahwa Anda memiliki berbagai kekhawatiran dan menghargai janji kasih-karunia-masa-depan dalam firman: ”Dia yang memelihara kamu.” Kemudian, letakkanlah berbagai ketakutannya Anda ke atas pundak-Nya yang kuat.


Artikel ini diterjemahkan dari "God Cares for You."

You may also like...

Tinggalkan Balasan