Yak. 1:27 (AYT)
Ibadah yang murni dan tidak tercela di hadapan Allah dan Bapa kita adalah… menjaga dirinya sendiri supaya tidak dicemari oleh dunia.
Kekudusan akan selalu menjadi ciri khas umat Tuhan. Ia harus bisa dibedakan dengan orang dunia secara tajam. Kalau sudah mirip-mirip dengan orang dunia, berarti mereka sedang error.
Orang Kristen adalah “anak-anak Allah yang tidak tercela di tengah-tengah generasi yang bengkok dan sesat ini, sehingga kamu bersinar di antara mereka sebagai terang di dunia” (Fil. 2:15). Yang menerangi dan yang diterangi tidak mungkin sama kesehariannya.
Sebagai anak-anak yang taat, janganlah tunduk kepada nafsu jahatmu seperti ketika kamu masih hidup dalam kebodohanmu, tetapi kuduslah dalam segala tingkah lakumu, seperti Allah yang memanggilmu adalah kudus. Sebab, ada tertulis, “Kuduslah kamu karena Aku kudus” (1 Pet. 1:15-16).
Tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan (Ibr. 12:14). Dosa dan Tuhan berada di dua kutub yang berbeda. Di mana ada Tuhan, tidak mungkin ada dosa. Di mana ada dosa, tidak mungkin ada Tuhan.
Karena itu, Yakobus mengingatkan kalau ibadah yang murni dan tidak tercela di hadapan Allah dan Bapa kita adalah ketika seseorang menjaga dirinya sendiri supaya tidak dicemari oleh dunia; mengejar kekudusan.
Jadi, bagaimana orang Kristen “bertekun di dalam hukum yang sempurna”? Yaitu dengan menjaga lidahnya; mengunjungi anak-anak yatim piatu dan janda-janda dalam penderitaan mereka; dan menjaga dirinya sendiri supaya tidak dicemari oleh dunia.