BAB1
Apa yang Alkitab Ajarkan
Argumen 11:
Mereka yang beriman percaya kepada Kristus, sebelumnya tidak memikirkan-Nya, mencari-Nya, atau mempersiapkan diri bagi-Nya.
Di Surat Roma 10:20, Paulus mengutip dari Kitab Yesaya 65:1: ”Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku. Kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku, Aku telah berkata: ’Ini Aku, ini Aku!’”
Berdasarkan pengalamannya sendiri, Paulus tahu kalau dia tidak pernah mencari kasih karunia, tetapi menerimanya begitu saja, terlepas dari amarah bencinya saat itu kepada para pengikut Kristus. Di Surat Roma 9:30-31, Paulus menyatakan kalau bangsa Yahudi yang tekun melakukan hukum Taurat tidak diselamatkan oleh ketekunannya itu. Namun, bangsa non-Yahudi yang sama sekali fasik malah menerima belas kasihan Allah.
Terkait keselamatan, pernyataan ini dengan jelas telah menunjukkan kalau semua usaha manusia terkait ”kehendak-bebas” itu sia-sia. Kesalehan orang Yahudi tidak menyelamatkan mereka, sementara orang non-Yahudi yang fasik malah dianugerahi keselamatan. Kasih karunia diberikan secara cuma-cuma kepada mereka yang tidak pantas-dan-layak mendapatkannya. Kasih karunia tidak diraih melalui ketaatan setaat apa pun dan kesalehan sesaleh apa pun.