Hanya untuk Seketika Lamanya
Iman akan kasih-karunia-masa-depan itu, yang dikuatkan oleh ingatan akan kasih-karunia-masa-lalu, adalah kunci untuk bertahan di jalan yang sempit-dan-sulit yang menuju pada kehidupan.
Jalan, Kebenaran, Hidup Ministries
Iman akan kasih-karunia-masa-depan itu, yang dikuatkan oleh ingatan akan kasih-karunia-masa-lalu, adalah kunci untuk bertahan di jalan yang sempit-dan-sulit yang menuju pada kehidupan.
”Dunia tidak mengenal kebenaran dalam klausa yang kedua dari kredo Jim Elliot: ’Seseorang bukanlah orang bodoh ketika ia melepaskan apa yang tidak dapat dipertahankannya demi mendapatkan apa yang tidak bisa diambil darinya.’”
Kita tidak perlu heran jika Allah memberikan kita kasih karunia yang luar biasa di tengah-tengah penderitaan yang kita minta pada-Nya agar dijauhkan dari kita. Dia mengetahui cara yang terbaik untuk membagikan kasih karunia-Nya bagi kebaikan kita dan untuk kemuliaan-Nya.
Ini adalah kehendak-Nya Allah bagi Anda, bahkan ketika Anda membaca ini. Inilah sebabnya Kristus mati: supaya Anda akan mendekat pada Allah.
Maut masih menjadi musuh kita. Namun, maut telah kehilangan taringnya. Racun dari ular beludak tersebut telah terkuras habis. Sengatan mematikannya telah hilang.
Inilah iman yang benar-dan-realistis yang menyelamatkan. Inilah iman yang dapat menikmati perkataan firman, ”Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”
Intinya begini: Kapan pun pemilihan waktu-Nya Allah; atau apa pun bentuk rahmat-Nya Allah, kita tidak pernah melampaui status sebagai para penerima rahmat-Nya. Kita akan selalu sangat bergantung pada apa yang tidak layak kita terima.
Nah, apa artinya ini bagi kematiannya saya? ”[Saya] ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja.” Berarti, kematiannya saya tidak lagi menghukum. Kematiannya saya bukan lagi hukuman terhadap dosa. Dosa saya telah ditanggung. Dosa saya telah ”disingkirkan” oleh kematian-Nya Kristus. Kristus yang telah menanggung hukuman.
Kasih-karunia bukan hanya mengenai natur-Nya Allah untuk berbuat baik bagi kita ketika kita tidak layak mendapatkannya. Ini adalah kuasa yang nyata dari Allah yang bertindak dan membuat hal-hal yang baik terjadi dalam kita dan untuk kita.
Jika kita mendapati bahwa kita tidak memelihara iman selama setahun terakhir ini, maka kita bisa merasa lega (seperti saya) bahwa kematian pada akhir tahun ini (mungkin) hanyalah sebuah geladi; dan pemeliharaan-iman secara potensial untuk keseluruhan hidup kita diletakkan di hadapan kita selama setahun ke depan.