T: Beberapa tahun yang lalu, saya beriman percaya pada Kristus. Saya dibaptis dan menerima Roh Kudus. Allah melepaskan saya dari [kecanduan] merokok dan minum-minum. Beberapa tahun kemudian, saya meninggalkan Allah dan kembali pada kecanduan lamanya saya. Apakah Dia masih akan menyelamatkan saya ataukah saya sudah menjadi orang yang terkutuk?
J: Shalom, Saudara John Barrett. Jika Anda sungguh-sungguh dan benar-benar sudah dilahirbarukan, maka Anda telah menerima Roh Kudus sebagai meterai bagi keselamatannya Anda (Efe. 1:13); sebagai jaminan bagi keselamatannya Anda. Itulah sebabnya mengapa sekali kita diselamatkan, kita akan selalu selamat. Keselamatan adalah tentang arah, bukan tentang menjadi sempurna.
Sebelum diselamatkan, kita semua memiliki kecanduan kita masing-masing karena kita semua hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kita yang jahat (Efe. 2:3). Setelah diselamatkan, apakah semua kecanduan itu akan hilang begitu saja? Tidak, karena ”bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat” (Rom. 7:19) meskipun kita tetap tekun mengejar kekudusan (Ibr. 12:14) selama hidup di dunia ini.
Kalau begitu, apa perbedaan antara orang yang sudah diselamatkan dan belum diselamatkan terkait kecanduan mereka merokok dan minum-minum misalnya? Ada tidaknya pergumulan untuk mematikan dosa tersebut. Pertanyaan yang Anda ajukan di muka umum adalah bukti yang kuat akan pergumulannya Anda. Anda tidak berusaha menutup-nutupinya. Anda tidak berusaha mencari pembenaran ketika melakukannya. Anda tahu kalau itu memang dosa dan ingin terbebas dari kecanduan tersebut.
Apakah Anda masih ”mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati”? (Rom. 10:9). Jika ya, maka Anda sudah diselamatkan; orang percaya seperti halnya saya. Dari pertanyaannya Anda, mungkin Anda hanyalah orang percaya yang meragukan jaminan keselamatannya Anda, bukan kehilangan keselamatan itu sendiri. Anda bisa mendengarkan khotbah berikut ini untuk memahami lebih mendalam mengenai apa yang saya maksud.
Orang-percaya-yang-sejati adalah orang yang TERUS MENERUS percaya sehingga ia TERUS MENERUS bertobat. Apakah Anda sungguh-sungguh dan benar-benar ingin bertobat dari kecanduan minum-minum dan merokoknya Anda? Jika ya, Allah telah berjanji kalau ”sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Yes. 1:18). Kok bisa? Karena ”Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh. 1:9).
Pada dasarnya, hanya ada dua jenis orang yang menanyakan pertanyaan yang Anda tanyakan. Pertama, seseorang yang belum dilahirbarukan (Yoh. 3:5) meskipun ia telah terlibat aktif dalam Kekristenan. Kedua, orang-percaya-yang-sejati yang telah ditampi Iblis (Luk. 22:31). Dua-duanya butuh ditolong dan didukung. Saya ingin mengenal Anda lebih baik dan membantu Anda. Jangan sungkan mengirim email kepada saya di iniyonghan@gmail.com.
Saudara di-dalam-Kristusnya Anda,
Han