BAB 1
Apa yang Alkitab Ajarkan
Argumen 10:
Kondisi manusia tanpa Roh Kudus membuktikan kalau ”kehendak-bebas” tidak bisa melakukan hal yang rohani.
Di Surat Roma 8:5, Paulus membagi umat manusia menjadi dua kelompok – mereka yang hidup menurut daging (natur dosa) dan mereka yang hidup menurut Roh (baca juga Yoh. 3:6). Ini berarti mereka yang tidak memiliki Roh Kudus akan hidup menurut daging dan natur dosa. Paulus menyatakan kalau mereka yang ”tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Rom. 8:9). Ini berarti mereka yang tidak memiliki Roh Kudus adalah milik Iblis. ”Kehendak-bebas” tidak berarti apa-apa bagi mereka! Paulus menyatakan kalau ”mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah” (Rom. 8:8). Ia menyatakan kalau ”keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya” (Rom. 8:7). Tidak mungkin bagi mereka bisa melakukan sesuatu berdasarkan kehendaknya sendiri untuk bisa menyenangkan Allah.
Seorang tokoh bernama Origen berpendapat kalau setiap manusia memiliki ”jiwa” yang memiliki kemampuan untuk memilih ”daging” atau ”Roh”. Ini hanyalah khayalannya. Dia hanya bermimpi! Dia tidak memiliki bukti sama sekali mengenai ini. Segala sesuatu tanpa Roh adalah ”daging”; sehingga hal terbaik yang bisa muncul dari ”daging” hanyalah perseteruan terhadap Allah. Ini sama seperti apa yang diajarkan Kristus di Injil Matius 7:18 bahwa pohon yang tidak baik (evil tree) tidak bisa menghasilkan buah yang baik. Pernyataan ini selaras dengan dua pernyataan Paulus yang serupa – “orang benar akan hidup oleh iman” (Rom. 1:17) dan ”segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa” (Rom. 14:23). Mereka yang tidak memiliki iman pastilah belum dibenarkan. Mereka yang belum dibenarkan adalah para pendosa, yang jika memang memiliki apa yang disebut ”kehendak-bebas”, yang hanya bisa menghasilkan kejahatan. Jadi, ”kehendak-bebas” tidak lain tidak bukan adalah budak dosa, maut, dan Iblis. ”Bebas”-nya sama sekali tidak bebas.